Thursday, 2 August 2012

Berikan Aku Seorang Ayah

Secarik kertas koran terbang dikipas angin dan tersangkut pada tiang listrik. Dari kejauhan bisa aku baca judul besar yang tertulis dengan warna merah pada halaman kertas itu yang mengingatkan saya akan natal yang kini tiba. Malam nanti adalah “Malam Kudus, Malam Damai”. Dan setiap hati pasti mengimpikan agar di malam ini mereka bisa menemukan setitik kesegaran, menemukan secercah kedamaian yang dibawa oleh Allah yang menjelma.

Judul di kertas koran itu tertulis dalam Karakter khusus bahasa Cina; “Selamat Hari Natal: Semoga Harapan Anda Menjadi Kenyataan.” Karena tertarik dengan judul tersebut, saya memungut kertas koran yang sudah tercabik dan kotor itu dan membacanya. Ternyata ini merupakan halaman khusus yang sengaja disiapkan bagi siapa saja agar menuliskan impian dan harapannya. Koran ini seakan berperan sebagai agen yang meneruskan harapan mereka agar kalau boleh bisa didengarkan oleh Santa Klaus atau oleh Allah sendiri. Ada kurang lebih tiga puluh harapan yang dimuat di halaman koran hari ini. Namun saya tertarik dengan harapan yang ditulis oleh seorang gadis kelas tiga SMP:

“Tuhan…apakah Engkau sungguh ada? Aku tak pernah tahu tentang Engkau. Aku tak pernah melihat diriMu. Namun banyak orang mengatakan bahwa malam ini Engkau yang jauh di atas sana akan menjelma menjadi seorang manusia sama seperti diriku dan mendengarkan setiap harapan yang ada di dasar setiap hati. Tuhan kalau Engkau sungguh ada dan malam ini mengetuk hatiku, aku akan mengatakan kepadaMu bahwa aku butuh seorang ayah. Berikanlah aku seorang ayah. Aku tahu bahwa harapanku ini bukanlah sesuatu yang baru, karena sejak kecil aku secara terus-menerus merindukan hal ini.”

“Kata ibuku di rumahku ada seorang ayah. Aku tahu bahwa di rumahku, di samping ibuku masih ada seorang lelaki yang hidup bersama kami. Dan kata ibu dia inilah yang seharusnya aku panggil ayah. Namun aku tak pernah merasakan cinta seorang ayah. Setiap hari kami tak pernah mengucapkan lebih dari tiga kalimat. Ketika kami saling berpapasan, yang aku rasakan cumalah kebencian yang terpancar dari sudut kedua matanya.”

“Benar bahwa ia membayar uang sekolahku. Ia juga membiayai kebutuhan hidupku. Tapi… sebatas itukah yang disebut kasih sayang seorang bapa? Dia tak lebih dari pada seseorang yang harus memenuhi sebuah tuntutan hukum untuk mendampingi diriku, tetapi ia bukanlah ayahku. Setiap ongkos yang keluar untuk membayar uang sekolahku harus aku bayar dengan derai air mata dan isakan tangis, harus aku bayar dengan mata yang membengkak. Inikah kasih sayang seorang bapa?¡¨

“Tuhan…apakah Engkau mendengarkan diriku? Malam ini ketika Engkau menjelma menjadi seseorang seperti diriku dan menjenguk bathinku, hanya satu hal yang aku harapkan. Berikanlah aku seorang bapa. Seorang bapa yang mencintaiku, seorang bapa yang bisa menasihati aku tetapi mencaci diriku.”
Setelah membaca tulisan ini aku bisa merasakan kepedihan yang bercokol dalam diri si gadis ini. Aku pernah menjadi seorang anak tiri, anak yang kehilangan seorang bapa ketika masih berumur dua tahun. Dan betapa dalam dan besarnya kerinduanku untuk bisa merasakan kasih sayang seorang bapa. Ketika berumur sembilan tahun aku akhirnya boleh memperoleh seorang ayah lagi.

Namun temanku, aku yakin anda pernah membaca kisah hidup anak tiri. Aku tak hanya membaca, namun dengan hidupku sendiri aku mengalaminya. Ternyata kerinduanku untuk menyapa seseorang sebagai bapa hanya bisa bertahan dalam mimpi. Itulah nasib menjadi seorang anak tiri. Namun waktu terus bergulir. Bapa tiriku kini telah ubanan. Kalau dulu aku bermimpi untuk dicintai oleh seseorang yang boleh aku panggil sebagai bapa, walau mimpiku ini tak pernah menjadi kenyataan, namun kini aku hanya bisa berjuang untuk mencintai seseorang dengan harapan bahwa ia boleh menyapa aku sebagai anaknya. Yang ada di dasar bathinku bukanlah rasa marah dan dendam. Tapi belas kasihan. Dan ini hanya menjadi mungkin karena aku telah mengalami cinta seorang Bapa yang dibawa oleh seorang bayi mungil di kandang hina. Yesus yang lahir dalam dingin telah mengatakan kepadaku bahwa ada seorang Bapa yang selalu dan senantiasa mencintaiku. Aku tak perlu lagi mencari dan bermimpi. Kini adalah giliranku untuk membalas cinta tersebut dengan mencintai orang lain, dan…terutama mencintai ayah tiriku.
Baca Selengkapnya ...

Sukses Bersama Alfabet

Marilah kita belajar dari Alfabet….
A : Accept, terimalah Diri Anda sebagaimana adanya
B : Believe, percayalah terhadap Kemampuan Anda tuk meraih apa yg Anda inginkan dlm Hidup
C : Care, pedulilah pd Kemampuan Anda meraih apa yg Anda inginkan dlm Hidup
D : Direct, arahkan pikiran pd hal² Positif yg meningkatkan Kepercayaan Diri
E : Earn, terimalah Penghargaan yg diberi orang lain dgn tetap berusaha menjd yg Terbaik
F : Face, hadapi masalah dgn Benar dan Yakin
G : Go, berangkatlah dari Kebenaran
H : Homework, pekerjaan rumah adalah langkah penting utk Pengumpulan Informasi
I : Ignore, abaikan celaan orang yg menghalangi jalan Anda mencapai Tujuan
J : Jealous, rasa iri dpt membuat Anda tdk menghargai kelebihan Anda sendiri, jadi hindarilah
K : Keep, terus Berusaha walaupun beberapa kali Gagal
L : Learn, belajar dari Kesalahan dan Berusaha utk tidak mengulanginya
M : Mind, perhatikan Urusan sendiri dan Tidak menyebar Gossip tentang orang lain
N : Never, jangan pernah Putus Asa
O : Observe, amatilah sgl hal disekeliling Anda. Perhatikan, Dengarkan, dan Belajar dari Orang lain
P : Patience, sabar adalah Kekuatan tak ternilai yg membuat Anda terus Berusaha
Q : Question, pertanyaan perlu utk mencari Jawaban yg Benar dan menambah Ilmu
R : Respect, hargai Diri sendiri dan juga Orang lain
S : Self Confidence, Self Esteem, Self Respect. Percaya diri, Harga diri, Citra diri, Penghormatan diri membebaskan kita dari saat-saat tegang
T : Take, bertanggung jawab pd setiap Tindakan Anda
U : Understand, pahami bhw Hidup itu selalu ada Potensi utk naik
V : Value, nilai Diri sendiri dan orang lain, berusahalah melakukan yg Terbaik
W : Work, bekerja dengan Giat, Jangan lupa Berdoa
X : X’tra, usaha lebih Keras membawa Keberhasilan
Y : You, anda dapat membuat suatu yg Indah dan Berbeda
Z : Zero, selalu Ingat, Usahanya Nol akan membawa hasil Nol pula.
 Yang ini saya copas,...
Baca Selengkapnya ...
Sunday, 29 July 2012

Budaya Politik di Indonesia

SK I : Menganalisis budaya politik di Indonesia
KD : 1.1 : Mendeskripsikan pengertian budaya politik
Indikator : 1. Menjelaskan pengertian budaya politik
                 2. Menguraikan objek-objek politik
                 3. Menggambarkan contoh sikap warganegara terhadap peranannya sebagai subjek politik
                 4. Mengidentifikasi komponen orientasi politik dan objek politik

Jawab
1. Pengertian Budaya Politik
a. Alan R.Ball
    Budaya politik adalah suatu susunan yang terdiri atas sikap, kepercayaan, emosi, dan nilai-nilai masyarakat yang berhubungan dengan sistem politik dan isu-isu politik.
b. Austin Ranney
     Budaya politik adalah seperangkat pandangan-pandangan tentang politik dan pemerintahan yang dipegang secara bersama-sama, sebuah pola orientasi-orientasi terhadap objek-objek politik.
c. Gabriel Almond da Sidney Verba
         Budaya politik mengacu pada orientasi politik sikap terhadap sistem politik dan bagian-bagiannya yang lain serta sikap terhadap peranan kita sendiri dalam sistem tersebut.

2. Objek-Objek Politik
a. Objek politik umum, meliputi sejarah bangsa, simbol bangsa, wilayah bangsa, kekuasaan negara, konstitusi negara, lembaga-lembaga negara, pimpinan negara, dan politik yang sifatnya umum.
b. Objek politik input, contohnya partai politik, kelompok kepentingan masyarakat, pers, dukungan, dan tuntutan.

3. Contoh sikap warganegara dapat mempertanyakan pada diri sendiri, apakah merasa memiliki dan mampu menjalankan selurh peranan ataukah merasa tidak memiliki dan tidak mampu menjalankan seluruh peranan yang dimiliki.

4. Ada 3 orientasi dalam budaya politik
a. Orientasi kognitif, yaitu pengetahuan dan kepercayaan pada politik, peranan, dan segala kewajibannya serta input dan auputnya.
b. Orientasi afektif, yaitu perasaan terhadap sistem politik, peranannya, para aktor dan penampilannya.
c. Orientasi evaluatif, yaitu keputusan dan pendapat tentang objek-objek politik yang secara tipikal melibatkan standar nilai dan kriteria dengan informasi dan perasaan.

     
Baca Selengkapnya ...
Sunday, 15 July 2012

Ayat-Ayat Cinta


Ayat Ayat Cinta merupakan novel berbahasa Indonesia karangan Habiburrahman El Shirazy yang diterbitkan pertama kali pada tahun 2004 melalui penerbit Basmala dan Republika. Novel ini berisikan 418 halaman dan sukses menjadi salah satu novel fiksi terlaris di Indonesia yang dicetak sampai dengan 160 ribu eksemplar hanya dalam jangka waktu tiga tahun. Ayat Ayat Cinta juga merupakan pelopor karya sastra islami yang sedang dalam masa kebangkitannya dewasa ini.

Novel ini bercerita tentang perjalanan cinta dua anak manusia yang berbeda latar belakang dan budaya; yang satu adalah mahasiswa Indonesia yang bernama Fahri bin Abdillah yang sedang studi Universitas Al-Azhar Mesir, dan yang satunya lagi adalah mahasiswi asal Jerman yang kebetulan juga sedang studi di Mesir yang bernama Aisha. Kisah percintaan ini berawal ketika mereka secara tak sengaja bertemu dalam sebuah perdebatan sengit dalam sebuah metro.

Type file : pdf
Size : 1.44 MB

Download di sini
Baca Selengkapnya ...
Wednesday, 11 July 2012

Uang Gratis-Komisi Gratis

Hai Teman-Teman..
Ada Bisnis Menarik Nih. !!
Kita Bisa Mendapatkan MILYARAN Rupiah Dengan Modal 100% GRATIS
Info Lengkapnya Kunjungi : klik disini


 
Baca Selengkapnya ...
Tuesday, 10 July 2012

Mie Siram Udang


Bahan :
- 150 gram mi telur basah, siram air matang, tiriskan
- 150 gram taoge, seduh air mendidih, tiriskan
- 1 potong dada ayam, goreng, suir-suir
- 4 butir telur, rebus, kupas, potong 4
- 3 batang daun bawang, iris halus
- 3 batang seledri, iris halus
- 2 sendok makan bawang goreng
- Kerupuk merah, untuk taburan jika suka

Kuah :
- 500 gram udang, kupas, iris kecil-kecil
- 2 liter kaldu udang
- 1 sendok teh garam
- 3 butir cengkih
- 1/2 butir pala, pukul hingga pecah
- 3 sendok makan minyak goreng
- 2 sendok makan kecap manis
- 2 sendok teh cuka
- 4 sendok makan tepung maizena, larutkan dengan 4 sendok makan air
- 1 sendok makan irisan bawang putih goreng

Bumbu halus :
- 6 siung bawang putih
- 10 buti kemiri
- 4 cm jahe
- 2 sendok teh garam
- 1 sendok teh merica utuh

Cara membuat :
1. Kuah: rebus kulit udang dalam 2.200 ml air hingga sarinya keluar, saring. Takar kaldunya sebanyak 2 liter. Jerangkan kaldu di atas api. Bubuhi garam, cengkih, pala. Didihkan.
2. Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan udang. Aduk hingga warna udang berubah, angkat. Tuangkan ke dalam kaldu mendidih. Masukkan kecap, cuka, larutan meizena. Aduk-aduk hingga kental, masukkan bawang putih goreng.
3. Taruh mi dalam mangkuk, masukkan taoge, ayam suir, telur, daun bawang, seledri. Siramkan kuah panas ke atas mi. Taburi bawang goreng dan kerupuk merah. Sajikan

Hasil : 5 porsi
Baca Selengkapnya ...

Kari Ayam Ala Thailand


Bahan :
- 1 ekor ayam, potong 12 bagian
- 2 sendok makan minyak goreng
- 1 1/2 liter santan dari 1 butir kelapa
- 1 sendok teh gula merah
- 3 sendok makan kecap ikan
- 3 lemar daun jeruk, iris halus
- 4 buah cabai merah, iris tipis
- 30 lembar daun kemangi


Bumbu halus :
- 15 buah cabai rawit
- 5 siung bawang putih
- 8 butir bawang merah
- 3 sendok teh ketumbar, sangrai
- 1/2 sendok teh jintan, sangrai
- 1/4 sendok teh bunga pala bubuk
- 1 sendok teh merica butiran
- 1/2 sendok th pala bubuk
- 4 butir kapulaga
- 1 cm lengkuas
- 5 batang serai, ambil bagian putih
- 1 sendok teh terasi
- 2 sendok teh garam


Cara membuat :
1. Lumuri ayam dengan bumbu halus, diamkan 1 jam atau lebih.
2. Panaskan minya, tumis ayam berbumbu hingga kaku dan berubah warna, masukkan santan.
3. Timba-timmba santan hingga mendidih. Sambil ditimba-timba, masukkan gula, kecap, irisan daun jeruk.
4. Kecilkan api, masak terus hingga santan berminyak dan ayam matang. Angkat, hidangkan dengan menaburkan irisan caai merah dan daun kemangi.

Hasil : 12 porsi
Baca Selengkapnya ...